Di bawah ada daftar dengan kolom dan profil perusahaan yang subyeknya berkaitan.

Berita Hari Ini Inflation

  • Indonesia akan Memotong Harga Bahan Bakar di Paket Kebijakan III?

    Pemerintah Indonesia mungkin akan memotong harga bahan bakar minyak di kuartal 4 tahun 2015 dalam rangka mendongkrak daya beli masyarakat dan mengurangi biaya yang ditanggung para pelaku manufaktur lokal. Tindakan ini akan menjadi bagian dari paket stimulus Pemerintah yang diprediksi akan diumumkan minggu depan. Pada tanggal 9 September dan tanggal 29 September, Pemerintah Indoensia telah mengumumkan dua paket kebijakan ekonominya. Kontras dengan dua paket kebijakan yang pertama, paket ketiga seharusnya memberikan hasil dalam jangka waktu pendek.

    Lanjut baca ›

  • Update Harga Konsumen Indonesia: Deflasi di September, Inflasi Tahunan Menurun

    Indonesia mengalami deflasi, dengan harga konsumen turun 0,05% (month-on-month), pada September 2015 karena menurunnya harga makanan dan transportasi. Contoh dari penurunan harga makanan termasuk harga daging ayam, telur, cabai, bawang dan minyak untuk memasak. Biaya transportasi yang lebih rendah terutama disebabkan karena menurunnya biaya transportasi udara yang berkontribusi kepada deflasi. Pada basis tahunan, inflasi Indonesia menurun 6,83% di bulan September, turun dari 7,18 pada basis year-on-year (y/y) di bulan sebelumnya, dan di bawah perkiraan para analis pada 7,0 (y/y).

    Lanjut baca ›

  • Newsletter Indonesia Investments Edisi 27 September 2015 Diterbitkan

    Pada 27 September 2015, Indonesia Investments menerbitkan edisi terbaru dari newsletternya. Newsletter gratis ini, yang dikirimkan kepada para pelanggan kami sekali seminggu, berisi berita-berita yang paling penting dari Indonesia yang telah dilaporkan di website kami dalam tujuh hari terakhir. Kebanyakan topik berkaitan dengan isu-isu ekonomi seperti paket kebijakan baru Bank Indonesia, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), pengembangan geotermal, update saham & rupiah, inflasi September, dan banyak lagi.

    Lanjut baca ›

  • Bank Indonesia Memprediksi Inflasi Akan Menurun di Bawah 7% di September 2015

    Bank sentral Indonesia (Bank Indonesia) memperkirakan bahwa inflasi akan menurun di bawah 7% pada basis year-on-year (y/y) di bulan September 2015 akibat harga bahan-bahan pangan yang rendah dan menurunnya harga-harga yang ditetapkan (termasuk bahan bakar dan listrik) setelah periode Ramadan dan Idul Fitri. Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan bank sentral memprediksi inflasi mencapai sekitar 6,95% (y/y) di bulan September.

    Lanjut baca ›

  • Bank Indonesia Leaves Interest Rates Unchanged to Support Rupiah, Combat Inflation

    In line with expectation, the central bank of Indonesia (Bank Indonesia) decided to keep its key interest rate (BI rate) at 7.50 percent for a seven consecutive month in September’s Board of Governor’s meeting (17/09) as it aims to stabilize the rupiah amid global volatility caused by looming higher US interest rates and China’s hard landing (as well as yuan depreciation), while combating inflation which stood at 7.18 percent (y/y) in August. The overnight deposit facility rate and lending facility rate were left unchanged at 5.5 percent and 8 percent, respectively.

    Lanjut baca ›

  • Bank Indonesia Expected to Keep Key Interest Rate at 7.50% at Policy Meeting

    With all eyes on the two-day policy meeting of the Federal Reserve, we could almost forget that the central bank of Indonesia (Bank Indonesia) will also hold its monthly policy meeting today. Similar to the topic discussed in the Federal Open Market Committee (FOMC) meeting (16-17 September), Bank Indonesia may consider raising its key interest rate (BI rate) as a Fed Fund Rate hike would trigger capital outflows, while Indonesia’s inflation rate remains high and the rupiah is fragile.

    Lanjut baca ›

  • Bank Indonesia Cuts 2016 Forecast Economic Growth Indonesia, Keeps High BI Rate

    For the second time, the central bank of Indonesia (Bank Indonesia) cut its 2016 forecast for economic growth in Indonesia, Southeast Asia’s largest economy. Due to persistent low commodity prices and weak export figures, the central bank now estimates that Indonesia’s economy will grow in the range of 5.2 - 5.6 percent (y/y) next year, down from its earlier outlook of 5.3 - 5.7 percent and the initial outlook of 5.4 - 5.8 percent.

    Lanjut baca ›

  • Weak Purchasing Power: Indonesian Car Sales Remain Bleak in 2015

    Despite the hosting of the Gaikindo Indonesia International Auto Show 2015 (20-30 August 2015), Indonesian car sales continued to shrank in August due to people’s weaker purchasing power amid the country’s economic slowdown. In August a total of 90,077 cars were sold in Southeast Asia’s largest economy, down 6.9 percent from the same month last year, according to the latest data from the Indonesian Automotive Industry Association (Gaikindo).

    Lanjut baca ›

  • Demonstrasi Buruh Indonesia: Apa Tuntutan Mereka?

    Mirah Sumirat, Ketua Asosiasi Serikat Pekerja (ASPEK), menyatakan bahwa puluhan ribu buruh yang berpartisipasi dalam demonstrasi yang diorganisir di Jakarta Pusat pada hari Selasa (01/09), tidak bertujuan melakukan anarki atau kudeta tapi hanya meminta Pemerintah lebih berusaha untuk melindungi kepentingan rakyat (seperti yang diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945; Pasal 27, Ayat 2).

    Lanjut baca ›

  • Demonstration Indonesian Workers: Protesting against Layoffs & Demanding for Higher Wages

    Tomorrow (Tuesday 01 September 2015) around 50,000 Indonesian workers are expected to demonstrate on the streets of Central Jakarta and demand for higher wages. This mass protest is a response to the many layoffs that occurred in Indonesia’s labor-intensive industries in recent months (while more layoffs are expected in the period ahead) as well as a response to people’s weakening purchasing power (curtailed by prolonged high inflation).

    Lanjut baca ›

Artikel Terbaru Inflation

No business profiles with this tag